Hakikat Kesuksesan


Kesuksesan merupakan dambaan setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Ragam cara digunakan untuk meraihnya, baik ‘jalan lurus’ maupun ‘jalan tol’. Cara yang dipilih seseorang untuk mewujudkan harapannya adalah representasi dari sikap mental dan pola pikirnya.

Menempuh cara wajar menggapai kesuksesan merupakan bentuk kesadaraan bahwa cita-cita menuntut menuntut perjuangan dan pengorbanan. Mereka yang mengambil langkah ini memiliki kedewasaan mental dan logika yang sehat sehingga mampu bersikap arif menyikapi kegagalan atau keberhasilan. Sedangkan mereka yang menginginkan sesuatu secara instan cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Bahkan demi tercapainya tujuannya, tak peduli walau perbuatannya merugikan orang lain.

Kesuksesan yang hakiki lebih menekankan pada cara mendapatkan keberhasilan itu sendiri. Pemahaman yang mendalam akan tercermin dari perilaku yang senantiasa menjadikan diri bermanfaat bagi orang lain. Seseorang yang memahami hakikat kesuksesan senantiasa berbuat yang terbaik untuk kepentingan orang banyak, menjadikan dirinya agen perubahan positif serta menjadi inspirasi bagi orang laun kearah konstruktif. Upaya mewujudkan keinginan menjadi added value yang tak boleh diabaikan, keberhasilan tidak boleh diraih dengan menghalalkan segala cara. Keberhasilan yang diperoleh dengan cara menabrak ajaran agama atau norma sosial budaya masyarakat atau kesuksesan yang mengabaikan prinsip-prinsip kejujuran dan moralitas adalah keberhasilan semu.

Mahasiswa yang memahami makna sebuah kesuksesan akan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam usaha pencapaian prestasinya. Dia tidak akan menghalalkan segala cara, misalnya melakukan hal-hal tidak terpuji untuk mendapatkan nilai A. Baginya, proses penyerapan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang diajarkan dosen lebih utama dibandingkan nilai A.

Posting Komentar