Motivasi Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah

 



Salah satu faktor pendorong seseorang melakukan pekerjaan atau suatu kegiatan adalah adanya motivasi yang melatarbelakanginya. 

    Santrock ( 2011) menjelaskan bahwa motivasi memberikan dorongan, arah, dan ketekunan terhadap perilaku. Perilaku termotivasi adalah perilaku energik, terarah pada tujuan, dan berkelanjutan. Seseorang yang memiliki motivasi yang kuat akan memiliki keinginan yang kuat untuk mengambil tindakan dengan tujuan tertentu karena dorongan yang muncul dalam dirinya, secara sadar atau tidak sadar. Motivasi seseorang tercermin dalam perilaku mereka. Ketika motivasi seseorang rendah, kinerja atau kinerja pekerjaan mereka akan menurun. Hal ini dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain sehubungan dengan kinerjanya. 

    SDM berkualitas merupakan sumber daya yang paling tinggi nilainya dalam upaya mendobrak daya saing bangsa. Terkait dengan upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka eksistensi SDM berupa guru profesional yang memiliki motivasi tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya merupakan faktor penting yang sangat menentukan maju mundurnya pendidikan, dan kualitas pembelajaran.

        Menurut Mifflin (1995), kata "motivasi" berasal dari kata Latin penggerak, yang berarti bergerak. Tidak mungkin menemukan motivasi seseorang kecuali dia berperilaku sesuai dengan gerakan yang diinginkan. Robins dan Coulter (2005) mendefinisikan motivasi sebagai "Kesediaan untuk mengerahkan inspirasi tingkat tinggi untuk mencapai tujuan organisasi, dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi beberapa kebutuhan individu." Guru memiliki peran penting dalam pendidikan. Mereka berfungsi sebagai titik tumpu di mana proses pendidikan berputar. Guru dianggap sebagai individu yang paling berharga dan kompeten secara intelektual yang dapat mempengaruhi nasib bangsa dengan menyumbangkan ide-ide dan pengetahuan pemikiran. Dalam sistem dan standar pendidikan, topik motivasi guru dan jaminan kualitas telah menjadi sumber diskusi dan perhatian.

    Motivasi guru sangat penting dalam proses belajar-mengajar mengingat tingkat motivasi yang lebih besar menunjukkan tingkat keterlibatan guru yang lebih tinggi (Richardson, 2008), membantu sekolah mencapai tujuan mereka (Müller, Karin, Roberta Alliata, 2009) dan meningkatkan motivasi siswa dan hasil belajar (Jamelia Harris, 2020). Motivasi guru adalah kunci untuk menjamin kualitas pendidikan, karena demikian mempengaruhi jaminan kualitas dalam sistem pendidikan. Tanpa guru yang efisien dan efektif dalam industri pendidikan, hasil pembelajaran kualitatif tidak dapat dicapai. Itulah sebabnya mereka harus termotivasi dengan baik untuk meningkatkan kualitas dalam sistem pendidikan (Onjoro, 2015).

    Pimpinan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi kerja para bawahan. Di sekolah, kepala sekolah adalah pimpinan para guru. Motivasi kerja guru dipengaruhi perilaku kepala sekolah. Untuk memotivasi bawahan dalam suatu organisasi, kepemimpinan adalah faktor penting, termasuk organisasi sekolah. Massry-Herzallah dan Arar (2019) menunjukkan bahwa dukungan kepala sekolah terhadap para guru merupakan faktor penting yang mempengaruhi motivasi mereka. Ini menunjukkan bahwa motivasi guru tergantung pada kepemimpinan kepala sekolah.

    Kepemimpinan merupakan persyaratan penting dalam proses manajemen perubahan untuk menggerakkan organisasi untuk menciptakan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif untuk keunggulan (Hargreaves, Lieberman, Fullan & Hopkins, 2010). Pentingnya gaya kepemimpinan dalam organisasi pendidikan telah ditunjukkan oleh Leithwood, Jantzi, & Steinbach pada 1999-an. Kepemimpinan sangat penting karena kepemimpinan akan berusaha untuk menjadi penuh kreativitas dan inovasi dengan melibatkan semua anggota untuk mencapai tujuan organisasi Gaya kepemimpinan adalah salah satu kunci keberhasilan sekolah. Kemampuan pemimpin sekolah untuk memilih gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan merupakan penentu keberhasilan mereka dalam melaksanakan kegiatan sekolah. Studi yang dilakukan oleh Eslamieh, Hossein, dan Davoudi (2016) menemukan bahwa pemimpin yang efektif memiliki peran paling menonjol dalam meningkatkan kepuasan kerja, komitmen organisasi para guru, dan lebih meningkatkan produktivitas sekolah.

    Keberhasilan sebuah organisasi sekolah sangat tergantung pada kualitas keputusan yang dibuat oleh para pemimpin mereka (Eberlin dan Tatum, 2008). Menggunakan data survei dari sampel 475 guru di enam kabupaten sekolah Lampung, Indonesia. Hariri dan Monypenny (2014) melaporkan bahwa sebagian besar hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dan gaya pengambilan keputusan kepala sekolah adalah signifikan. 

Pada dasarnya terdapat dua orientasi kepemimpinan di sekolah yaitu :

(1) Berfokus pada tugas dan perilaku yang mengarah pada penyusunan rencana kerja, pendefinisian model organisasi, saluran komunikasi, serta metode dan prosedur untuk mencapai tujuan
(2) Berorientasi pada orang, yaitu kepemimpinan yang lebih peduli dengan membangun hubungan yang baik, hangat, menghormati komunitas sekolah, dan membangun rasa saling percaya.

    Kepala sekolah harus selalu proaktif dan kreatif untuk meningkatkan motivasi guru dengan membimbing mereka. Kepala sekolah harus membantu guru-guru melihat kaitan antara tujuan-tujuan pendidikan agar mereka lebih mampu membimbing pengalaman belajar siswa menggunakan berbagai sumber dan media belajar, menerapkan metode dan teknik mengajar yang lebih efektif, menganalisis kesulitan belajar siswa,kebutuhan belajar siswa, serta menilai proses dan hasil belajar siswa.

    Kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, memiliki lima macam fungsi, yaitu sebagai manajer, administrator, motor penggerak hubungan dengan masyarakat, pemimpin dan sebagai supervisor (Pidarta, 2009:13). Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya, kepala sekolah harus dapat menjalankan kelima posisi tersebut dengan baik agar motivasi guru yang dipimpinnya meningkat.

 


Posting Komentar