Rental Mobil Edwin: Bisnis Tolong Menolong & Saling Menguntungkan.


Bang Edwin, begitu Saya memanggilnya. Kami berkawan sejak 2012-an. Alhamdulillah, hingga kini, kami masih sering komunikasi. Jika ada waktu luang kopi darat, tapi lebih sering bincang santai lewat WhatsApp. Saya mengagumi pemilik Edwin Rental ini, Orangnya ganteng, ramah, cekatan dan ulet. Penyayang kucing ini juga sosok yang sangat santun dan ringan tangan. Di usianyanya yang masih muda, sudah sukses menjalankan bisnis yang bergerak di bidang jasa rental mobil. Mulai dari 1 mobil, hingga kini memiliki armada yang siap melayani konsumen sepenuh hati.

          Lulusan FKIP Prodi PBI Uniska tahun 2014 ini memutuskan terjun di dunia bisnis rental mobil sejak tahun 2019. Sebelumnya, Edwin pernah berbisnis jual beli pulsa, jadi ojol merangkap sopir mobil online, dan pernah juga beberapa bulan jadi sopir pribadi. “Saya menyukai bisnis Pak, belum terpikirkan jadi guru.” Ujarnya waktu saya tanya mengapa dia fokus menekuni dunia usaha, tidak mengajar Bahasa Inggris seperti kawan-kawan seangkatannya.

Meski bisnis ini tidak mudah, berat, bahkan beresiko tinggi. namun Bang Edwin merasa tertantang untuk menggelutinya. “Kadang sewanya tidak dibayar. Ada juga yang nominalnya tidak sesuai kesepakatan. "Disewa 3 hari, tapi bayarnya untuk 2 hari saja.” Edwin menjelaskan. Duka lainnya antara lain tidur tidak nyenyak. Kadang ketika mau jalan bersama keluarga, tiba-tiba harus nyuci mobil karena ada pelanggan yang mendadak mau rental mobil. “Sukanya tak bisa diekspresikan dengan kata-kata. Ada rasa senang bisa membantu orang lain berlibur bersama keluarganya dengan mobil yang Saya sewakan. Saya juga senang ketika urusan orang lain menjadi lancar dengan menggunakan mobil Saya” Ujarnya. Pengalaman menarik lainnya yang dirasakannya adalah ketika dia mengantarkan “bule” pesiar di Banua. “Pede aja ulun bapander bahasa Inggris Pak ae. Ulun kada tahu jua ulun sabujurnya bulenya ini mengerti atau kada, yang ulun lihat pina tetawa dan manggut-manggut aja pank (“Saya pede aja bicara Bahasa Inggris. Saya tidak tahu apakah dia mengerti atau tidak, tapi Saya lihat bulenya tertawa dan mengangguk-anggukan kepala saat Saya berbahasa Inggris”) ujarnya ngakak. Edwin juga memaparkan niat penyebab dia memilih jasa rental mobil sebagai pilihan bisnisnya, yaitu pertama karena dia bisa menyetir dan mengerti mobil. Kedua, Edwin berharap melalui bisnis yang dijalankannya ini,dia dapat membantu orang lain yang belum memiliki mobil namun ingin refreshing bersama keluarga, atau membantu kelancaran bisnis pengguna mobil rentalnya. Poinnya adalah Edwin ingin menolong pengguna jasa dan pengguna jasa pun merasa terbantu. Sama-sama saling menguntungkan.

Ditanya tentang apa beda jadi bos dan semasa kerja ikut orang. Edwin menjawabnya dengan sambil tertawa renyah. "Dulu, saya senang sekali menyambut tanggal muda. Kini, di setiap akhir bulan Saya harus memutar otak lebih cepat agar dapat menggaji karyawan Saya awal bulan depan." Namun Edwin menegaskan kalau dia lebih gembira jadi pengusaha. Dia merasa senang melihat karyawannya menerima gaji yang diberikannya. “Saya merasa senang melihat karyawan Saya senyum bahagia menerima gaji dari Saya.” tambahnya.

Persaingan bisnis kian ketat. “Harus berani ambil resiko dan meningkatkan kreativitas jika ingin maju.” Apalagi di dunia usaha. Dalam bisnis ini, Edwin mengatakan jika ingin bisnis tetap eksis dan berkembang, maka setiap pelaku usaha seperti dirinya harus gencar mempromosikan jasa yang ditawarkan. Menurutnya lagi, pebisnis harus cangkal (rajin) menjalin relasi yang luas, dan semaksimal mungkin memuaskan pengguna jasa agar tidak kehilangan pelanggan.

Di akhir perbincangan Edwin menyampaikan sebuah nasihat bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia usaha, yaitu tetap semangat dan mengembangkan kreativitas. “Ingatlah, jangan pernah gengsi jika ingin berbisnis”. Setiap kita sebenarnya berpotensi maju selama pandai melihat peluang dan memanfaatkan kesempatan. Oleh sebab itu, kita tidak boleh kehilangan semangat mewujudkan mimpi-mimpi kita dulu”. Bang Edwin juga memberikan pesan sebagai pengingat dirinya dan kita semua tentang satu hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu untuk mencapai semua impian dan harapan, kita harus menghormati orang tua dengan sungguh-sungguh, dan meminta restu mereka. “Doa orang tua itu mustajab. Doa mereka akan dikabulkan Allah Swt agar hidup kita selamat dan barokah. Dengan restu orang tua, InsyaAllah ujian hidup dan tantangan dunia kerjausaha akan dapat dilalui tanpa merasa stress.” Ujarnya mengakhiri percakapan.

Posting Komentar